Di Era Industrialisasi Arsitek tidak lagi menjadi sang pencipta yang mandiri tetapi sekadar perangkai produk-produk yang sudah ada. Dunia kehidupan kita kini banyak disuguhi kabar konflik dan kejahatan dalam banyak cara, Saatnya kita kedepankan kedamaian dan kasih sayang . Arsitektur publik sudah saatnya dibangun melalui proses sayembara agar dihasilkan karya yang kredibel . Teknologi Informasi dan komunikasi sudah sangat berkembang. Saatnya membangun inovasi kreatif untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Jangan terkecoh oleh media sosial yang mengajak pada perpecahan. Selalu sampaikan salam damai dan kasih sayang

Senin, 07 Mei 2018

DONGDAEMUN DESIGN PLAZA, SEOUL, SOUTH KOREA

Dongdaemun Design Plaza, juga disebut DDP, adalah landmark utama pembangunan kota di Seoul, Korea Selatan. Dirancang oleh Zaha Hadid dan Samoo. Desain neofuturistik dicirikan dengan kuat oleh "struktur melengkung yang panjang". Landmark ini merupakan pusat mode dan tujuan wisata populer Korea Selatan, Desain atap Dongdaemun sengaja dirancang sebagai taman, ruang pameran global, toko ritel futuristik dan beberapa bagian merupakan benteng Seoul yang diretorasi.
DDP telah menjadi salah satu alasan utama untuk penunjukan Seoul sebagai World Design Capital pada tahun 2010. Pembangunan konstruksi dimulai tahun 2009 dan secara resmi dibuka pada 21 Maret 2014. Landmark ini terhubung secara langsung dengan Seoul Subway melalui Dongdaemun History & Culture Park Station di Jalur 2, 4, dan 5.

Selasa, 13 Februari 2018

Pulau Rote Ndao: Pulau Terluar Selatan Wilayah Indonesia

Pulau Rote Ndao

Sesaat lagi pesawat akan landing di Bandara Roti Pulau Rote Ndao. Hanya 30 menit dari Bandara El Tari Kupang. Dari ketinggian tampak sekumpulan pepohonan hijau pucat yang didominasi jenis lontar berselang-seling dengan tanah yang terang kecoklatan. Ke tiga kalinya aku mengunjungi pulau terluar di Selatan wilayah NKRI.

Setelah menjejak hamparan bumi Rote Ndao dan menghirup anginnya yang kering. Pelan panas menyelinap seperti umumnya lahan tandus berkapur mengingatkan kampungku Madura. Di mana-mana batu putih menyembul pertanda tak banyak air diperut buminya. Alang-alang dan pucuk-pucuk runcing daun lontar menyeruak di sekeliling mata memandang.