Di Era Industrialisasi Arsitek tidak lagi menjadi sang pencipta yang mandiri tetapi sekadar perangkai produk-produk yang sudah ada. Dunia kehidupan kita kini banyak disuguhi kabar konflik dan kejahatan dalam banyak cara, Saatnya kita kedepankan kedamaian dan kasih sayang . Arsitektur publik sudah saatnya dibangun melalui proses sayembara agar dihasilkan karya yang kredibel . Teknologi Informasi dan komunikasi sudah sangat berkembang. Saatnya membangun inovasi kreatif untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Jangan terkecoh oleh media sosial yang mengajak pada perpecahan. Selalu sampaikan salam damai dan kasih sayang
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 September 2014

Ziarah ke Makam Imam Bukhari di Samarkan, Uzbekistan

Perjalanan membanggakan sebagai rakyat Indonesia
Pagi jam 10 waktu setempat bus telah memasuki kota Buxoro, kota dimana Imam Besar Perawi Hadis terkemuka Imam Bukhari  dimakamkan. Memasuki makamnya dari luar sudah tampak orang banyak berkerumun. Pintu gerbangnya bercirikan arsitektur islam Persia dengan warna dasar tanah dan motif ornamen kaligrafi dan sulur warna biru. Di depannya banyak penjaja mangkok stainless steel bertuliskan ayat kursi dg gravier banyak diperjual belikan. Harganya hanya 4000 Shoum (12.000 rupiah). Mangkok ini bagi sebagian jemaah dipercaya berhasiat kesembuhan bila menjadikannya tempat air untuk minum dengan niatan doa yang ada didalamnya. 

Minggu, 03 Agustus 2014

Mengunjungi Masjid Jamik Sumenep Madura

Masjid Jamik dilihat dari arah Alun-alun Kota
Masjid Jamik Sumenep dibangun pada masa pemerintahan Adipati Pangeran Natakusuma I alias Panembahan Somala (1762-1811 M) yang memiliki nama asli Aria Asirudin Natakusuma. Masjid dibangun karena masjid sebelumnya terlalu kecil dan tidak mampu menampung lagi jumlah jemaah yang makin meningkat sejalan perkembangan Islam di Madura. Masjid sebelumya dikenal dengan nama Masjid Laju yang dibangun oleh Pangeran Anggadipa (Adipati Sumenep, 1626-1644 M). 

Senin, 21 Juli 2014

Komplek Makam Shah i Zinda di Samarkand Uzbekistan

The Shah-i-Zinda Ensemble termasuk makam dan bangunan ritual lainnya yang termasuk 5 makam paling megah di dunia sejak abad 9-14 dan ke-19. Terletak di atas bukit Necropolis di Kota Samarkand, kota kedua terbesar setelah ibukota Uzbekistan Tashkent.
Nama Shah-i-Zinda (yang berarti "Living King/Raja hidup") terkait dengan legenda Kusam ibn Abbas, sepupu Nabi Muhammad yang dikuburkan di situ. Konon beliau datang ke Samarkand selama invasi Arab abad ke 7 untuk mensyiarkan Islam. Menurut legenda beliau dipenggal karena imannya. Tapi beliau mengambil kepalanya dan pergi ke sumur dalam (Taman Surga), di mana beliau masih hidup hingga sekarang.
Kompleks Shah-i-Zinda dibangun  lebih dari sembilan tahun (dari abad 11 sampai abad 19) dan sekarang sudah meliputi lebih dari dua puluh bangunan

Sabtu, 19 Juli 2014

Masjid Unik: Masjid Tiban di Turen

Masyarakat menyebutnya: Masjid Tiban, masjid yang cukup megah dan penuh ornamen.  Terletak di Kecamatan Turen Kabupaten Malang, tepatnya berada diarea pondok pesantren Biharu Bahri’Asali Fadlaailir Rahmah Jl.Anggur Rt 27 Rw 06 Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Masjid ini disebut Masjid Tiban karena anggapan masyarakat sekitar yang menyatakan  bahwa masjid ini tiba-tiba ada. 

Hal ini yang mungkin menyebabkan banyak orang  penasaran untuk melihat dan membuktikan keberadaan masjid ini. Banyak orang yang datang untuk berwisata sembari mengobati rasa penasaran mereka terkait asal usul masjid ini. 

Jumat, 18 Juli 2014

Masjid Nabi Khizr di Bukit Necropolis Uzbekistan


Tidak jauh dari kompleks Mouseleum Zakhi Zinda di Nekropolis terdapat  Masjid Hazrat Khizr yang kisahnya sangat terkenal ketika berjalan dengan Nabi Musa.  Masjid ini terletak di perbukitan  di selatan pemukiman Afrasi, seberang Siab Bazaar yang terkenal dan Masjid Bibi Khanum. Fasad masjid terdiri dari pondasi yang cukup tinggi dengan niche melengkung sbagai "Aivan" (kanopi), yang ditutup "guldasta" (sudut semi-tower) dengan veneer bata di sebelah Barat. Atap Aivan dilengkapi dengan sejumlah bata yang diletakkan di tepi  "Dandana". Di sebelah timur masjid dalam sistem organik terdapat sebuah gerbang masuk  "darvazahana" dengan "guldasta" dan pintu berukir indah. Serial ini menutup menara di Timur.

Makam Nabi Daniel di Samarkand Uzbekistan


Sekitar jam 12.00 siang setelah menempuh perjalanan darat 6 jam dari Tashkent ke Samarkand akhirnya sampai juga ke Makam Nabi Daniel. Makam Nabi Daniel (Mausoleum Doniyor) atau Doniyor Hodge (St.Daniel) adalah salah satu tempat ibadah paling terkenal di Samarkand. 
Doniyor, Daniil, Daniel – adalah nama orang suci yang sama dalam Islam, agama Kristen dan Yahudi. Nabi Daniel dihormati oleh tiga agama dunia. Dia adalah salah satu dari empat nabi besar Israel dalam agama Yahudi, nabi, yang bukunya termasuk dalam Perjanjian Lama Alkitab Kristen, dan dalam tradisi Islam. Daniyar Hodge (St.Daniel) lahir di Yerusalem pada 603 SM dan berasal dari raja-raja Daud dan Salomo. Ketika Israel 586 SM ditangkap oleh raja Babel Novuhudonosor, Daniel dibawa ke Babel, bersama dengan pemuda lain yang terpandang.  15 tahun Daniel bersama dengan ketiga temannya dalam sekolah khusus layanan istana.