Di Era Industrialisasi Arsitek tidak lagi menjadi sang pencipta yang mandiri tetapi sekadar perangkai produk-produk yang sudah ada. Dunia kehidupan kita kini banyak disuguhi kabar konflik dan kejahatan dalam banyak cara, Saatnya kita kedepankan kedamaian dan kasih sayang . Arsitektur publik sudah saatnya dibangun melalui proses sayembara agar dihasilkan karya yang kredibel . Teknologi Informasi dan komunikasi sudah sangat berkembang. Saatnya membangun inovasi kreatif untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Jangan terkecoh oleh media sosial yang mengajak pada perpecahan. Selalu sampaikan salam damai dan kasih sayang

Jumat, 05 Desember 2014

Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca NTT

Kalau menyebut komodo kita langsung teringat Pulau Komodo. Namun tak banyak wisatawan yang mengunjunginya.Lebih banyak wisatawan berkunjung ke Pulau Rinca, salah satu gugusan pulau yang juga menjadi habitat naga raksasa komodo. Selain jarak tempuh yang lebih dekat dari pelabuhan Labuan Bajo, di Pulau ini komodo lebih banyak dan mudah ditemui. Ketika baru memasuki pulau dan sampai ke dapur tempat penjaga tinggal kita dapat melihat komodo-komodo liar sedang berteduh di bawah bangunan berpanggung itu.

Pulau Rinca terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Habitat komodo tersebar di 4 pulau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, dan Nusa Kode.

Untuk mencapai Pulau Rinca dapat ditempuh dengan perjalanan  kapal motor  selama 2 jam dari Pelabuhan Labuan Bajo. Pemandangannya indah sepanjang perjalanan. Gugusan pulau berbukit hijau berserak di kiri kanan rute yang kita lewati. Di Pulau Rinca kita akan masuk melalui Dermaga Loh Buaya atau Teluk Buaya dari Labuhan Bajo.

Pulau seluas 19 ribu hektar memiliki populasi komodo mencapai 2.318 ekor, atau lebih banyak jika dibanding Pulau Komodo yang hanya 2.126 ekor. Meski sudah sampai di Pulau Rinca, ada juga wisatawan yang belum merasa puas jika belum menginjakkan kaki di Pulau Komodo.

Pulau Rinca memiliki hamparan alam yang menakjubkan. Terdapat patung komodo setinggi tiga meter tidak jauh dari pintu dermaga. Pemandangan di Pulau Rinca seperti di gurun savana, walaupun tandus dan gersang tapi indah.

Namun, pemandangan gersang itu tidak lama, berikutnya sudah banyak pepohonan bakau menghiasi habitat sang naga purba ini. Begitu memasuki gerbang "Selamat Datang", hanya beberapa meter dari pintu masuk, para komodo sudah menyambut.

Komodo mampu mencium bau hingga jarak 5 km. Bagi perempuan yang sedang haid harap memberitahu ranger, karena sangat berbahaya dan sebaiknya berada tetap di dalam rombongan.

Ada beberapa trek atau rute yang bisa dipilih wisatawan, dari trek pendek, sedang hingga terpanjang. MAsing-masing trek ini berjarak antara 2-8 km, dan memakan waktu sekitar 1–3 jam.

Di tengah trek, ranger akan menunjukkan sarang komodo. Sarang komodo berbentuk lubang dengan kedalaman sekitar 2 meter. Di tempat inilah sang kadal raksasa bertelur.

Bagi yang suka petualangan menantang, disarankan memilih trek terpanjang. Kemungkinan Anda akan menjumpai komodo dengan berbagai ukuran, juga lebih besar tentunya.

Usai melihat komodo, ada baiknya tidak melewatkan satu jengkal pun pemandangan dan menikmati pesona di pulau ini. Naik ke perbukitan dapat menambah energi tersendiri.

Kumpulan bebatuan dan ilalang semakin menambah keelokannya. Apalagi jika cuaca bagus dan mendukung tak akan cukup rasanya mengeksplorasi keindahan di pulau ini.

Tidak ada komentar: